SARIBU DOLOK, SIMALUNGUN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Badan Gizi Nasional yang berlokasi di Saribu Dolok, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, kini menjadi sorotan tajam. Unit yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga standar gizi dan kesehatan ini diduga kuat mengabaikan aspek sanitasi lingkungan yang krusial, ditandai dengan dugaan malafungsi sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) yang memprihatinkan.
Dugaan adanya masalah besar di balik dinding fasilitas tersebut semakin menguat setelah tim gabungan dari media dan lembaga kemasyarakatan melakukan pantauan ke lokasi. Insiden yang terjadi saat kedatangan tim menunjukkan indikasi kepanikan yang tidak wajar dari pihak manajemen SPPG, Selasa (8/09/2026).
Menurut keterangan anggota tim di lapangan, kejanggalan bermula saat mobil tim hanya memarkirkan kendaraan di depan gerbang SPPG tanpa melakukan tindakan masuk. Respon yang diterima sangat berlebihan; oknum pegawai dan petugas keamanan (security) dilaporkan langsung bereaksi cepat dengan menutup gerbang rapat-rapat.
Seolah merasa terancam dengan kehadiran pencari informasi, petugas keamanan tersebut kedapatan mengambil foto mobil tim media secara demonstratif. Pertanyaan besar pun mencuat: Ada apa dengan SPPG Saribu Dolok hingga menunjukkan kepanikan sedemikian rupa?
Ketenangan di lokasi pecah total ketika salah satu anggota tim mencoba mengabadikan foto fasilitas SPPG dari luar. Tindakan wajar jurnalis ini justru memicu reaksi keras. Adu mulut atau keributan pun tak terhindarkan antara tim media dan pihak security yang didukung salah satu pegawai. Keriuhan ini bahkan memancing keluar puluhan karyawan dari dalam gedung untuk menyaksikan ketegangan yang terjadi di pintu gerbang.
Temuan Menjijikkan di Lapangan: Dugaan Ipal Sumbat dan Wabah Lalat
Di tengah ketegangan tersebut, tim media berhasil memantau kondisi lingkungan sekitar yang didasari keluhan mengenai adanya dugaan masalah serius. Dari pantauan langsung, ditemukan indikasi kuat bahwa sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) atau bak penampung limbah SPPG tersebut bermasalah.
Bak penampung limbah diduga mengalami penyumbatan, menyebabkan cairan limbah meluber keluar ke area terbuka. Kondisi ini menciptakan pemandangan yang buruk dan jauh dari standar kesehatan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh lembaga yang membawa nama “Badan Gizi Nasional”. Akibat luberan limbah tersebut, lokasi di sekitar SPPG kini dipenuhi wabah lalat yang sangat banyak, mengancam kesehatan masyarakat sekitar serta mencemari sanitasi lingkungan secara serius.
Warga Resah, Minta Satgas MBG Benny Gusman Sinaga Periksa Fasilitas
Kondisi sanitasi yang buruk ini memicu kekhawatiran mendalam dari warga setempat terkait kualitas dan kebersihan makanan yang diproduksi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah seorang warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan desakan keras kepada pihak berwenang agar segera mengambil tindakan tegas sebelum jatuhnya korban.
“Kami meminta kepada Satgas MBG, Benny Gusman Sinaga, agar segera memeriksa SPPG tersebut secara menyeluruh. Kami tidak mau anak-anak kami di Saribu Dolok ini jadi korban keracunan makanan MBG,” tegas warga tersebut dengan nada penuh kecemasan.
Sangat ironis melihat sebuah lembaga pelayanan pemenuhan gizi justru diduga menjadi sumber polusi dan ancaman kesehatan akibat pengelolaan limbah yang buruk. Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen SPPG Saribu Dolok belum memberikan keterangan resmi perihal insiden kepanikan pegawai maupun temuan dugaan luberan limbah tersebut. Pihak Satgas MBG dan instansi terkait didesak untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan audit serta investigasi di lapangan.
(Tim Media/Redaksi)








