SIMALUNGUN. Bongkar Kasus News – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Simalungun melalui Bidang Pendidikan Dasar mengambil langkah konkret dalam menjaga kelestarian identitas budaya daerah. Lewat gelaran Lomba Cerdas Cermat Muatan Lokal (Mulok) Aksara Simalungun Tingkat Kabupaten Tahun Anggaran 2026, sebanyak 128 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) diasah kemampuannya dalam menguasai aksara warisan leluhur.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, di Simalungun City Hotel, Pamatang Raya ini menjadi panggung pembuktian bagi generasi muda Tanoh Simalungun untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap kearifan lokal di tengah arus modernisasi.
Agenda ini merupakan bagian integral dari Program Pengelolaan Pendidikan melalui sub kegiatan Pembinaan Minat, Bakat, dan Kreativitas Siswa. Pada hari pertama (28/7), sebanyak 64 siswa tingkat SD yang merupakan perwakilan dua peserta terbaik dari 32 kecamatan unjuk gigi. Kemampuan mereka kembali diuji pada hari kedua (29/7) oleh 64 siswa jenjang SMP yang juga mewakili 32 kecamatan se-Kabupaten Simalungun.
Uniknya, walau mengusung materi nilai-nilai tradisi dan aksara kuno Simalungun, proses kompetisi dikemas secara modern berbasis digital memanfaatkan platform Quizizz. Langkah ini menegaskan bahwa pelestarian kearifan lokal tidak harus kaku, melainkan dapat beradaptasi secara harmonis dengan perkembangan teknologi pendidikan masa kini.
Para peserta tampak antusias melahap setiap pertanyaan digital mulai pukul 08.00 WIB hingga usai, dengan pendampingan ketat dari 32 jajaran Koordinator Wilayah (Korwil), Kepala Sekolah, serta Guru Pembimbing dari tiap kecamatan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Simalungun menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perebutan juara, melainkan benteng pertahanan budaya agar Aksara Simalungun tidak punah tergerus zaman.
“Aksara Simalungun adalah jembatan memori kolektif dan identitas jati diri masyarakat Simalungun. Melalui lomba ini, kita ingin menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air sejak dini. Pemanfaatan platform digital seperti Quizizz membuktikan bahwa warisan leluhur kita tetap relevan dan menarik bagi generasi Z dan Alpha,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Langkah strategis Disdik Simalungun ini diharapkan dapat terus memantik semangat sekolah-sekolah di seluruh jajaran kecamatan untuk konsisten mengintegrasikan muatan lokal ke dalam kurikulum pembelajaran harian. Seluruh dokumentasi dan jalannya kompetisi telah dihimpun sebagai bagian dari laporan resmi penyelenggaraan kegiatan TA 2026. (Jht)








