SIMALUNGUN. BongkarKasusNews.com – Momentum Halal Bihalal yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila 1959 Kabupaten Simalungun pada Jumat (17/4/2026) menjadi catatan sejarah baru bagi organisasi tersebut. Bertempat di Batu 20, Nagori Sigodang, Kec. Panei Kabupaten Simalungun, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Idul Fitri, tetapi juga menjadi saksi transformasi nama organisasi menjadi Pemuda Perintis Lima Sembilan (PP 59).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PP 59 Provinsi Sumatera Utara, DR. Minten Saragih, secara resmi mengukuhkan Zulkarnain Sinaga, S.Pi. sebagai Ketua DPC PP 59 Kabupaten Simalungun setelah mendapatkan dukungan penuh (aklamasi) dari seluruh pengurus tingkat kabupaten hingga kecamatan (PAC).
DR (HC). Minten Saragih menjelaskan bahwa perubahan nama dari Pemuda Pancasila 1959 menjadi Pemuda Perintis Lima Sembilan merupakan langkah strategis untuk memenuhi ketentuan administrasi dan hukum di Indonesia. Saat ini, PP 59 telah resmi berbadan hukum berdasarkan Akta Notaris Asni Julia, SH Nomor 16 tertanggal 24 Februari 2025
Eksistensi organisasi ini juga telah diperkuat dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0002295-AH.01.07 Tahun 2025.
”Dengan keluarnya izin dari Kemenkumham RI, maka Pemuda Pancasila 1959 secara sah bertransformasi menjadi PP 59. Kami mengajak seluruh kader untuk tetap solid dan bersatu di bawah bendera Pemuda Perintis Lima Sembilan,” tegas DR. Minten Saragih di hadapan para kader.
Usai pengukuhan, Zulkarnain Sinaga, S.Pi. dalam pidato sambutannya menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar anggota untuk membesarkan organisasi di bumi Simalungun.
”Saya siap menerima tanggung jawab ini. Mari kita bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk mengibarkan panji Pemuda Perintis 59 di seluruh pelosok Kabupaten Simalungun,” ujar Zulkarnain dengan semangat.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga dihadiri oleh tokoh senior Agus Sinaga, SH, jajaran pendiri organisasi, serta ratusan kader yang menyatakan kesetiaannya untuk menjalankan visi dan misi organisasi di bawah nama baru yang telah sah secara konstitusi. (Red)








