Panei. Simalungun – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Almarhum Tn. Boyke Sinaga bin Rajomat Sinaga, Nagori Sigodang, Kecamatan Panei, saat Bupati Simalungun H. Ahmad Anton Saragih melaksanakan Sholat Jumat pertama di bulan suci Ramadhan (20/2/2026). Kehadiran sosok nomor satu di Simalungun ini disambut hangat oleh jamaah dan pengurus masjid dalam semangat kekeluargaan yang erat.
Sebagai sosok yang dijuluki “Panglima Kehidupan” di Kabupaten Simalungun, H. Ahmad Anton Saragih tidak hanya hadir sebagai pemimpin daerah, tetapi juga sebagai teladan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, beragama, dan berbudaya.
Usai melaksanakan ibadah Sholat Jumat, Bupati memberikan tausiah yang sangat mencerahkan bagi para jamaah. Beliau memaparkan bahwa ibadah sholat bukan sekadar gerakan fisik, melainkan memiliki tingkatan atau “tiga kelas” kualitas yang harus dipahami oleh setiap muslim:
- Kelas Syariat: Melaksanakan sholat sebagai kewajiban lahiriah untuk menggugurkan kewajiban.
- Kelas Tarikat/Hakekat: Sholat yang mulai melibatkan kekhusyukan hati dan pemaknaan setiap bacaan.
- Kelas Makrifat: Puncak ibadah di mana seseorang merasa seolah-olah melihat Allah SWT atau meyakini sepenuhnya bahwa Allah sedang mengawasinya, sehingga melahirkan ketenangan jiwa yang luar biasa.
“Parhorja gogoh sintongon do au i bagas Parhabonaran,” ujar Bupati mengutip filosofi kerja keras dan kejujuran dalam kebenaran di tanah Simalungun.
Pribadi Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kemakmuran masjid dan syiar Islam, dalam kesempatan tersebut Bupati memberikan sedekah zakat pribadi sebesar Rp 5.000.000 (Lima Juta Rupiah). Bantuan tersebut diserahkan langsung melalui nomor rekening pengurus masjid untuk digunakan bagi kemaslahatan jamaah. Langkah ini sejalan dengan gerakan JITUMA (Jalankan Indonesia Tujuan Usaha Muliakan Allah SWT), sebuah visi untuk menyatukan kerja keras di dunia dengan niat mulia untuk mencari ridha Sang Pencipta.

Acara ditutup dengan doa bersama agar ibadah puasa tahun ini membawa keberkahan, kesucian jiwa raga, serta keselamatan dunia dan akhirat bagi seluruh masyarakat Simalungun. (P Purba)








