Simalungun (BK News) –
Pelatihan untuk Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag) se-Kabupaten Simalungun yang diselenggarakan oleh Sinergi Generasi Mandiri (SIGMA) pada tanggal 3 hingga 27 Agustus 2025 langsung menuai kontroversi setelah fakta mengejutkan terungkap terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam pelatihan ini, setiap Nagori diwajibkan untuk menghadirkan dua peserta, dengan seluruh peserta 758 orang yang terdaftar. Dengan tarif biaya pelatihan sebesar Rp 5 juta per peserta, berarti setiap Nagori harus membayar Rp 10 juta. Mengacu pada data yang dihimpun, total dana yang berhasil dikumpulkan SIGMA mencapai Rp. 3.790.000.000.(Tiga Miliyar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Juta Rupiah).
Namun, pada kenyataannya, pelatihan tersebut hanya berlangsung selama dua hari. Proses pelatihan yang diharapkan tidak pernah sepenuhnya terlaksana. Pada hari pertama, hanya diadakan proses pendaftaran dan check-in, sementara hari ke empat para peserta hanya melakukan check-out tanpa mengikuti sesi pelatihan yang dijanjikan.
Dalam penelusuran lebih lanjut oleh media, terungkap bahwa biaya hotel dan paket pertemuan yang digunakan untuk peserta ternyata hanya sebesar Rp 400 ribu per hari per peserta. Dengan kata lain, total biaya hotel paket meeting hanya sebesar Rp. 909.600.000,-. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai penggunaan dana yang sangat besar yang telah dibayarkan oleh masing-masing Nagori.
Warga dan peserta pelatihan mulai melontarkan kritik keras terhadap SIGMA dan pihak penyelenggara. “Kami sudah membayar mahal, tetapi hasilnya sangat mengecewakan. Di Surat undangan tercatat 5 narasumber, tetapi yang hadir hanya 1 orang/ hari. Kami berharap mendapatkan pelatihan yang bermanfaat, bukan sekadar formalitas,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini menambah daftar panjang kritik yang telah ditujukan kepada program pelatihan yang dianggap tidak transparan dan tidak akuntabel. Ketua DPW Lembaga Habonaron Do Bona (LHDB) W. Damanik, menilai bahwa kasus ini seharusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang, Karena dengan pelatihan ini, Penyelenggara/Panitia berhasil meraup uang sebesar Rp. 2.880.400.000 (Dua Miliyar Delapan Ratus Delapan Puluh Juta Empat Ratus Ribu Rupiah), tegas W. Damanik, di Pamatang Raya pada hari Jumat (29/08/2025).
Pihak SIGMA hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi mengenai kendala yang terjadi dalam pelaksanaan pelatihan serta pertanggungjawaban dana yang terkumpul. Sementara itu, masyarakat berharap agar penyelenggara bertanggung jawab dan memastikan transparansi penggunaan dana yang telah diterima. (Tim)