PEMATANGSIANTAR – Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi masyarakat dan pemerhati pendidikan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di depan SMA Negeri 5, Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Senin (19/1/2026). Massa menuntut kepastian relokasi gedung sekolah yang dinilai sudah mendesak namun terus diabaikan oleh pemangku kebijakan di tingkat provinsi.
Aksi yang dikoordinir oleh Indra Simarmata ini sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Medan nyaris macet total. Meski tensi massa tinggi, situasi tetap terkendali berkat pengawalan ketat dari personel Polsek Siantar Martoba yang dipimpin langsung oleh AKP Manik. Setelah berorasi di badan jalan, massa akhirnya diperbolehkan masuk ke area sekolah untuk melakukan dialog langsung.
Dalam dialog yang berlangsung panas namun tertib di dalam ruangan sekolah, terungkap kekecewaan mendalam dari pihak Komite Sekolah. Indra Simarmata membeberkan bahwa upaya formal telah dilakukan berkali-kali namun selalu menemui jalan buntu.
2 Oktober 2025: Surat resmi dilayangkan ke Komisi E DPRD Sumut (No: 1st/KOMITE/SMA/05/ST/X/2025), namun tidak ditanggapi.
3 Januari 2026: Surat susulan dikirim ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, hasilnya tetap nihil.
“Kami sudah menempuh jalur resmi tapi dianggap angin lalu. Jika aspirasi ini tetap tidak didengar, kami akan membawa massa yang lebih besar langsung ke hadapan Gubernur,” tegas salah satu perwakilan massa.
Ketua Komite, mempertanyakan komitmen pemerintah provinsi. Ia mengungkapkan bahwa anggaran untuk relokasi sebenarnya sudah disepakati untuk ditampung dalam APBD, bahkan masalah ini sudah sampai ke pembahasan di tingkat Mahkamah Konstitusi.
“Pertanyaannya, kenapa Komisi E DPRD Sumut tidak menindaklanjutinya? Ada apa?” cecar Ramot di hadapan pejabat pendidikan yang hadir.
Menanggapi tekanan massa, Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah VI, Agus Sinaga, menyatakan komitmennya secara terbuka. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kadisdik dan Gubernur Sumatera Utara terkait polemik ini.
“Saya putra asli Siantar, saya tidak main-main. Saya siap memfasilitasi 15 perwakilan komite untuk berangkat ke Medan. Biaya operasional akan saya tanggung sendiri. Kita akan ‘dobrak’ bersama agar relokasi ini cepat terealisasi,” ujar Agus Sinaga dengan nada tegas.
Masyarakat memberikan tenggat waktu yang ketat kepada pihak Cabdis dan Dinas Pendidikan Provinsi. Jika dalam waktu dekat tidak ada progres nyata terkait pemindahan gedung SMAN 5, massa mengancam akan melakukan aksi pendudukan di kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan sebagai bentuk protes atas lambatnya birokrasi pendidikan. (P.P)








