SIMALUNGUN. Bongkar Kasus News — Kehadiran jalan tol yang digadang-gadang membawa kemajuan, justru berubah jadi mimpi buruk bagi warga Jalan Margahayu, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Buruknya sistem pemeliharaan drainase milik pengelola tol menjadi pemicu utama kehancuran fasilitas publik dan ancaman banjir saban hujan deras mengguyur.
Akses Jalan Margahayu—tepat di depan pintu tol Jalan Medan Km 9—kini kondisinya rusak parah dan tergerus hebat. Biang keroknya tak lain adalah luapan air bah dari saluran drainase tol sepanjang 20 meter yang mampet persis di depan rumah warga dan CV Necis. Position badan jalan yang lebih rendah dibanding parit tol membuat air meluap deras bak saluran irigasi, menerjang pemukiman serta mengikis aspal hingga terkelupas.
Kondisi ini bukan tanpa peringatan. Warga menegaskan telah melaporkan tumpatnya drainase dan dampaknya kepada pihak pengelola tol (melalui perwakilan bernama Pak Putra) sejak beberapa minggu lalu. Namun, aduan tersebut terkesan masuk ke telinga hampa—tanpa tanggapan, tanpa tindakan, dan tanpa rasa tanggung jawab.
Merasa dipinggirkan dan tak sudi terus-menerus menjadi korban pembiaran, warga akhirnya mengambil sikap tegas. Pada Minggu (27/9/2026), masyarakat bahu-membahu menggelar aksi gotong royong masif secara swadaya.
”Benar, kami sudah laporkan ke pihak tol lewat Pak Putra, tapi tidak ada respons apalagi aksi pembersihan. Daripada menunggu jatuh korban atau jalan makin hancur total, kami terpaksa ambil tindakan cepat,” ujar Sofyan di lokasi pengecoran, yang diamini penuh oleh warga lainnya.
Aksi tanggap darurat masyarakat ini turut disokong oleh kepedulian dunia usaha lokal. PT Bina Teknik dan CV Necis menyalurkan bantuan material berupa semen, pasir, dan batu split demi mendukung pengecoran jalan yang tergerus sepanjang 30 meter.
Pantauan media ini di lapangan merekam kontras yang menohok: warga dengan semangat persatuan bekerja keras mencor jalan dan mengorek drainase tol yang tumpat—sebuah pekerjaan rumah yang seharusnya menjadi kewajiban mutlak pengelola tol.
Lewat pemberitaan ini, warga menuntut keras manajemen pengelola tol untuk tidak lepas tangan. Pihak tol didesak segera melakukan perawatan dan inspeksi rutin pada sistem drainase mereka agar tidak kembali mengorbankan warga sekitar. Pengelola tol juga ditantang untuk turun langsung ke lapangan, menyaksikan sendiri betapa kelalaian mereka harus ditutupi oleh keringat dan swadaya masyarakat. (Paten Purba Smd)








