Simalungun. BongkarKasusNews.com – Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Simpang Sigodang menuju Dolok Masagal, tepatnya di Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, kini berada dalam kondisi “hancur lebur”. Kerusakan parah ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam urat nadi perekonomian petani di wilayah tersebut.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (07/03/2026), badan jalan tampak dipenuhi lubang-lubang besar sedalam 20-40 cm yang menyerupai kubangan kerbau. Aspal yang seharusnya menjadi landasan pacu kendaraan telah terkikis habis, menyisakan tumpukan batu pecah dan lumpur yang licin saat hujan turun.
Jalan ini bukan sekadar akses antar-desa, melainkan jalur utama mobilisasi hasil pertanian menuju Kota Pematangsiantar. Saragih, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak ekonomi yang kian mencekik.
”Setiap bulan, setidaknya ada 20 ton hasil tani masyarakat yang keluar melalui jalur ini menuju Siantar. Kalau jalannya hancur begini, biaya angkut naik drastis karena mobil sering rusak dan waktu tempuh jadi lama. Kami merasa dianaktirikan,” ujar Saragih dengan nada kecewa.
Selain menjadi jalur logistik pangan dan hasil pertanian, jalan ini merupakan jalur alternatif strategis dari Pematangsiantar menuju ibukota Kabupaten Simalungun (Pematang Raya) sebagai pusat pemerintahan. Lumpuhnya jalur ini memaksa warga mencari rute lain yang lebih jauh, yang berdampak pada pemborosan waktu dan biaya bahan bakar jika jalan utama ada gangguan.

Kondisi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama di Kecamatan Panei, Zulkarnain Sinaga. Ia mendesak Pemkab Simalungun untuk memberikan atensi khusus dan segera mengalokasikan anggaran perbaikan.
”Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jalan yang layak adalah hak rakyat. Kami sangat berharap Bapak Bupati dan dinas terkait turun ke lapangan melihat penderitaan warga. Jangan tunggu ada jatuh korban jiwa baru diperbaiki,” tegas Zulkarnain.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Nagori Sigodang Barat masih menanti langkah nyata dari pemerintah. Warga berharap perbaikan jalan ini menjadi prioritas utama dalam tahun anggaran 2026 agar roda ekonomi kembali berputar normal. (Red01)








