SIMALUNGUN. BongkarKasusNews.com – Danramil 16/Panei, Capt. Inf. Totok Ragil, bertindak sebagai mediator dalam pertemuan krusial guna menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pelaksana proyek pembangunan Markas Batalyon dan Brigif 36/HM. Mediasi yang berlangsung kondusif ini mempertemukan keluarga besar DPC Pemuda Perintis (PP) 59 Kabupaten Simalungun dengan pihak PT.Bhakti Swarna Adikarya selaku pelaksana proyek, Senin (11/05/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DPC PP 59 Simalungun Zulkarnain Sinaga di dampingi Jhonhier I.S.R Turnip sebagai Sekretaris, Ketua PAC Ikatan Pemuda Karya (IPK) Wardison Purba, tokoh masyarakat Bapak Sumbayak, serta perwakilan dari Dan brigif.
Dalam penyampaiannya, Ketua DPC PP 59 Zulkarnain Sinaga menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak menolak pembangunan infrastruktur militer di wilayah tersebut. Sebaliknya, mereka mendukung penuh kehadiran Brigif 36/HM demi kepentingan pertahanan negara.
”Kami tidak menolak pembangunan. Namun, kami meminta perusahaan pelaksana untuk membuka diri dan bekerja sama dengan masyarakat. Berdayakan pengusaha lokal dan libatkan potensi warga sekitar,” ujar Zulkarnain dalam mediasi tersebut.
Berdasarkan hasil diskusi, terdapat empat poin krusial yang diajukan oleh DPC PP 59 dan tokoh masyarakat kepada PT. Bhakti Swarna Adikarya :
– Pemberdayaan Pengusaha Lokal: Melibatkan pengusaha di sekitar lokasi proyek untuk pengadaan material bangunan seperti batu dan pasir.
– Penyerapan Tenaga Kerja: Memprioritaskan masyarakat setempat untuk bekerja dalam proyek pembangunan Brigif 36/HM.
– Dampak Lingkungan & Keselamatan: Mendesak PT.Bhakti Swarna Adikarya untuk segera menangani drainase proyek. Aliran air berlumpur ke jalan raya dinilai membahayakan pengguna jalan (risiko kecelakaan) serta merusak infrastruktur jalan.
– Penghormatan Waktu Ibadah: Tokoh masyarakat mengimbau agar alat berat tidak dioperasikan pada hari Minggu selama jam ibadah berlangsung, demi menjaga kekhusyukan warga.
Respon Positif Pihak Pelaksana
Menanggapi deretan aspirasi tersebut, perwakilan PT. Bhakti Swarna Adikarya menyatakan komitmennya untuk mengakomodasi tuntutan warga. Pihak perusahaan berjanji akan menjalin koordinasi lebih intensif dengan DPC PP 59 dan tokoh masyarakat agar proyek strategis ini dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan warga sekitar.
Danramil Panei, Capt. Totok Ragil, berharap kesepakatan ini menjadi awal yang baik bagi sinergi antara TNI, masyarakat, dan pihak swasta.
”Mediasi ini adalah bukti bahwa komunikasi adalah kunci. Kita ingin pembangunan berjalan lancar, dan masyarakat pun merasakan manfaat ekonominya secara langsung,” tutup Capt. Totok. ( Red)








