Medan. BongkarKasusNews.com – Pemerintah Kabupaten Simalungun menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat transformasi pembangunan desa. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagori (DPMN), Simalungun menargetkan lonjakan signifikan jumlah Desa Mandiri, dari 20 desa di tahun 2025 menjadi 42 desa pada tahun 2026.
Target ambisius ini ditegaskan oleh Kepala Dinas DPMN Simalungun, Elianto Purba, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Indeks Desa yang berlangsung di Hotel Griya Medan, Kamis (13/02/2026). Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar “Optimisme Simalungun” untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat nagori (desa).
Berdasarkan data status Desa Mandiri tahun 2025, saat ini tercatat ada 20 nagori yang telah mencapai status Mandiri yang tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya:
Kecamatan Panombeian Panei: Menyumbang jumlah terbanyak dengan 5 nagori (Nagori Bosar, Marjandi, Simpang Panei, Pamatang Panei, dan Rukun Mulyo).
Kecamatan Bandar: Memiliki 4 nagori mandiri (Marihat Bandar, Perdagangan II, Perlanaan, dan Sidotani).
Kecamatan Dolok Batu Nanggar: Memiliki 3 nagori mandiri.
Kecamatan lainnya seperti Siantar, Gunung Malela, Gunung Maligas, Bosar Maligas, Bandar Huluan, dan Ujung Padang juga telah menempatkan perwakilannya dalam daftar desa mandiri.
Dengan target 42 desa di tahun 2026, Pemkab Simalungun berencana melipatgandakan pencapaian ini dalam waktu satu tahun.
Dalam Rakor tersebut, Elianto Purba memaparkan lima poin kunci yang akan menjadi mesin penggerak pencapaian target tersebut:
Akurasi Perencanaan: Memastikan pembangunan berbasis data lapangan yang valid.
Kebijakan Tepat Sasaran: Memverifikasi status desa secara detail untuk menentukan jenis intervensi pemerintah yang paling dibutuhkan.
Parameter Dana Desa: Menggunakan Indeks Desa sebagai acuan utama penentuan besaran alokasi Dana Desa.
Sinergi Tata Kelola: Memperkuat kolaborasi lintas sektor demi profesionalisme pemerintahan desa.
Loncatan Kesejahteraan: Fokus pada peningkatan daya beli masyarakat dan penguatan ekonomi lokal di setiap nagori.
Selain mengejar target Desa Mandiri, Pemkab Simalungun juga mengusung misi kemanusiaan dan pembangunan yang inklusif, yaitu Zero Desa Tertinggal. Seluruh desa yang saat ini masih berstatus tertinggal akan didorong penuh agar segera keluar dari zona tersebut.
”Kami optimis dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, nagori-nagori di Simalungun tidak hanya sekadar mandiri secara administratif, tapi benar-benar mandiri secara ekonomi dan kesejahteraan,” ujar Elianto Purba.
Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara, dimulai dari penguatan akar rumput di Kabupaten Simalungun. (Red01)








