Simalungun. BongkarKasusNews.com – Praktik judi toto gelap (togel) di Kabupaten Simalungun kembali menjadi sorotan tajam. Dugaan adanya “mafia” judi yang melibatkan oknum-oknum aparat keamanan mencuat ke publik, menunjukkan indikasi kerusakan moral dan penyalahgunaan wewenang yang mengkhawatirkan.
Bandar besar judi togel ini disebut-sebut dikuasai oleh sosok berinisial A.K. yang terkesan tak tersentuh hukum. Mirisnya, kelancaran bisnis ilegal A.K. di wilayah hukum Polsek Seribudolok diduga kuat dilindungi oleh oknum berseragam.
Oknum Bersenjata Jadi Tameng Hidup
Informasi yang diterima menyebutkan, anggota berseragam loreng diduga telah dijadikan “tameng” hidup untuk mengamankan operasi judi ini. Nama Usup dan inisial R. S , yang disebut sebagai koordinator lapangan sekaligus anggota Satuan Loreng yang bermarkas di Simalungun, disinyalir berperan aktif dalam skema perlindungan tersebut.
Sementara itu, oknum berseragam cokelat (Polri) disebut-sebut ikut menikmati aliran dana haram dalam bentuk “mill” atau “stabil”—istilah untuk setoran pengamanan. Bahkan, sejumlah Polsek diklaim kecipratan jatah bulanan, seperti postingan Simalungun Newss di akun Facebooknya satu hari yang lalu, Kamis (23/10/202) dengan rincian yang mengagetkan:
Polsek Silimakuta: Diduga menerima Rp 9 juta, dan Polsek Purba: Diduga menerima Rp 14 juta.
Terkuaknya jaringan yang melibatkan aparat penegak hukum dan penjaga kedaulatan negara ini telah memicu kemarahan publik. Masyarakat mendesak agar Kapolri dan Panglima TNI segera turun tangan. “Anggota mereka digaji oleh negara untuk melindungi masyarakat dan menjaga moral, bukan untuk merusak dengan menjadi beking atau penikmat uang haram judi. Kami meminta Kapolri dan Panglima TNI segera menindak tegas dan membersihkan institusi dari oknum-oknum pengkhianat sumpah jabatan ini,” demikian tuntutan keras yang dialamatkan kepada pimpinan tertinggi.
Dugaan pembiaran dan perlindungan terhadap bandar judi oleh oknum aparat merupakan pukulan telak bagi upaya penegakan hukum dan pemberantasan maksiat di Simalungun. (Tim)
Catatan Redaksi: Berita ini didasarkan pada informasi dan dugaan yang beredar di masyarakat. Pihak-pihak yang disebutkan berhak memberikan klarifikasi. Kami mendesak adanya penyelidikan yang transparan dan tuntas oleh institusi terkait.








